Senin, 02 Desember 2013

The Five Jewels: Permata Kelima


2.      Rumah Hassab
Setelah mereka masuk ke dalam kelas ada dua hal yang dijelaskan oleh guru di dalam kelas itu. Pertama bahwa malam ini mereka akan menginap untuk sementara di rumah penginapan yang terletak tidak jauh dari sekolah sebelum mereka menjalani tes bakat dan memilih ekstrakulikuler yang akan mereka ikuti besok siang. Kedua bahwa tes yang akan mereka ikuti besok siang adalah tes yang akan menentukan di asrama manakah mereka akan tinggal selama enam tahun ke depan. Setelah selesai tentang penjelasannya guru tersebut membagi kelas itu menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok anak perempuan yang akan menginap di rumah Constance dan kelompok kedua adalah kelompok anak laki-laki yang akan menginap di rumah Hassab.
How dan Peter berjalan beriringan mengikuti guru pemandu yang akan mengantar mereka menuju rumah penginapan Hassab. Dalam perjalanan tersebut mereka melewati beberapa kelas yang tampak masih menjalankan kegiatan belajar mengajar. Salah satu kelas yang mereka lewati adalah kelas 2A atau kelas untuk keturunan malaikat(mereka bukan benar-benar malaikat seperti yang disebutkan dalam kitab suci, ras asli mereka bernama Nordin, tapi seperti halnya penyebutan asrama baru dan lama dengan asrama khusus dan biasa, terdapat kesalahpahaman dalam penyebutan ras mereka). Kelas itu tampak tak jauh berbeda dengan kelas mereka, hanya saja orang-orang di dalamnya tampak sangat hening dan tenang. Satu-satunya orang yang mereka kenali di dalam kelas itu adalah Emy yang tampak memperhatikan mereka berdua dari dalam kelas. Ruang-ruang lain yang mereka lewati adalah ruang kelas 1B, 1C, 1D, dan 1E, juga beberapa ruangan-ruangan lain.
“Kau lihat anak laki-laki berambut pirang itu?” bisik How kepada Peter saat mereka melewati kelas 1E. “Dia adalah anak yang ditemui Emy pagi ini setelah meninggalkan kantor kepala sekolah.”
“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Peter.
“Hanya menebak saja,” jawab How.
Setelah keluar dari lingkungan sekolah, mereka berjalan melintasi blok perkebunan dan beberapa rumah penduduk di wilayah itu. How mengatakan kepada Peter bahwa penduduk asli tempat itu adalah Dwarf dan beberapa makhluk lain, sedangkan ras bidadari, elf, malaikat, dan peri menemukan tempat tersebut secara tidak sengaja saat mereka tersesat. Tapi saat Peter meminta How untuk menceritakan sejarah pendirian sekolah itu secara lebih detail, How menolak dan mengatakan bahwa ceritanya sangat panjang dan menghabiskan waktu.
Rumah Hassab yang dimaksud terletak tidak begitu jauh dari lingkungan sekolah mereka. Sedangkan rumah Constance berada di arah yang berlawanan. Taman bunga yang indah tampak mengelilingi rumah sederhana berbentuk persegi tersebut. Beberapa bunga yang tampak sedang mekar antara lain kacapiring, mawar, krisan, dan beberapa jenis tumbuhan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Sebatang pohon ketapang tumbuh beberapa meter dari rumah dengan daun hijau yang melindungi atap rumah tersebut seperti sebuah payung raksasa.
Butuh waktu beberapa saat untuk mengatur anak-anak itu menuju kamar mereka masing-masing. Peter sangat takjub ketika mereka memasuki rumah Hassab dan melihat bahwa rumah sederhana yang dilihatnya dari luar memiliki ruangan yang sangat luas di dalamnya. Ibunya memang pernah bercerita tentang rumah-rumah penduduk yang sederhana namun memiliki ruangan yang luas di dalamnya, tapi ia tak pernah membayangkan bahwa kata luas berarti sangat luas dan kata sederhana berarti sangat sederhana.