2. Rumah Hassab
Setelah mereka masuk ke dalam kelas ada dua hal yang dijelaskan oleh guru
di dalam kelas itu. Pertama bahwa malam ini mereka akan menginap untuk
sementara di rumah penginapan yang terletak tidak jauh dari sekolah sebelum
mereka menjalani tes bakat dan memilih ekstrakulikuler yang akan mereka ikuti
besok siang. Kedua bahwa tes yang akan mereka ikuti besok siang adalah tes yang
akan menentukan di asrama manakah mereka akan tinggal selama enam tahun ke
depan. Setelah selesai tentang penjelasannya guru tersebut membagi kelas itu
menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok anak perempuan yang akan
menginap di rumah Constance dan kelompok kedua adalah kelompok anak laki-laki
yang akan menginap di rumah Hassab.
How dan Peter berjalan beriringan mengikuti guru pemandu yang akan
mengantar mereka menuju rumah penginapan Hassab. Dalam perjalanan tersebut
mereka melewati beberapa kelas yang tampak masih menjalankan kegiatan belajar
mengajar. Salah satu kelas yang mereka lewati adalah kelas 2A atau kelas untuk
keturunan malaikat(mereka bukan benar-benar malaikat seperti yang disebutkan
dalam kitab suci, ras asli mereka bernama Nordin, tapi seperti halnya
penyebutan asrama baru dan lama dengan asrama khusus dan biasa, terdapat
kesalahpahaman dalam penyebutan ras mereka). Kelas itu tampak tak jauh berbeda
dengan kelas mereka, hanya saja orang-orang di dalamnya tampak sangat hening dan
tenang. Satu-satunya orang yang mereka kenali di dalam kelas itu adalah Emy
yang tampak memperhatikan mereka berdua dari dalam kelas. Ruang-ruang lain yang
mereka lewati adalah ruang kelas 1B, 1C, 1D, dan 1E, juga beberapa
ruangan-ruangan lain.
“Kau lihat anak laki-laki berambut pirang itu?” bisik How kepada Peter
saat mereka melewati kelas 1E. “Dia adalah anak yang ditemui Emy pagi ini
setelah meninggalkan kantor kepala sekolah.”
“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Peter.
“Hanya menebak saja,” jawab How.
Setelah keluar dari lingkungan sekolah, mereka berjalan melintasi blok
perkebunan dan beberapa rumah penduduk di wilayah itu. How mengatakan kepada
Peter bahwa penduduk asli tempat itu adalah Dwarf dan beberapa makhluk lain,
sedangkan ras bidadari, elf, malaikat, dan peri menemukan tempat tersebut
secara tidak sengaja saat mereka tersesat. Tapi saat Peter meminta How untuk
menceritakan sejarah pendirian sekolah itu secara lebih detail, How menolak dan
mengatakan bahwa ceritanya sangat panjang dan menghabiskan waktu.
Rumah Hassab yang dimaksud terletak tidak begitu jauh dari lingkungan
sekolah mereka. Sedangkan rumah Constance berada di arah yang berlawanan. Taman
bunga yang indah tampak mengelilingi rumah sederhana berbentuk persegi
tersebut. Beberapa bunga yang tampak sedang mekar antara lain kacapiring,
mawar, krisan, dan beberapa jenis tumbuhan yang belum pernah mereka lihat
sebelumnya. Sebatang pohon ketapang tumbuh beberapa meter dari rumah dengan
daun hijau yang melindungi atap rumah tersebut seperti sebuah payung raksasa.
Butuh waktu beberapa saat untuk mengatur anak-anak itu menuju kamar mereka
masing-masing. Peter sangat takjub ketika mereka memasuki rumah Hassab dan
melihat bahwa rumah sederhana yang dilihatnya dari luar memiliki ruangan yang
sangat luas di dalamnya. Ibunya memang pernah bercerita tentang rumah-rumah
penduduk yang sederhana namun memiliki ruangan yang luas di dalamnya, tapi ia
tak pernah membayangkan bahwa kata luas berarti sangat luas dan kata sederhana
berarti sangat sederhana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar